Senin, 08 Maret 2010

Keelokan Sifat Nabi Muhammad SAW

Allah sempurnakan Kanjeng Nabi, tubuh dan ilmu serta perangai.Tak ada tubuh ilmu perangai, terlebih sempurna dari Nabi.Tubuh Nabi terbaik dengarlah, putih dan bersih bercampur merah.Wajahnya cantik tingginya sedang, mulutnya manis dipandang orang.Giginya rata putih bersinar, bagai mutiara sungguhlah benar.Lidahnya fasih terang dan nyata, kata-katanya bagai permata.Bibirnya kecil merah warnanya, hidungnya mancung jeli matanya.Matanya terang sungguh umpama, memakai sifat selama-lama.Alisnya kerang jika disifat, umpama bulan pertama tepat.Jidatnya bercahaya-cahaya luas, sebagai bulan malam empat belas.Jenggotnya tebal hitam rupanya, tubuhnya sangat harum baunya.Dan keringatnya sebagai intan, bening bersinar harum yakinkan.Harum sebagai minyak kasturi, dicium orang beberapa hari.Jika dilihat pertama kali, terasa seram haibah sekali.Tapi jika terus diikuti, terasa cinta di dalam hati.Tangannya lemas dikata orang, sebagai bunga jika dipegang.Jika memegang tubuh seorang, tercium harum bukan kepalang.Sehingga dapat diketahui, orang tersebut disentuh Nabi.Rambutnya ikal bukan keriting, kata-katanya wahyu dan penting.Cahayanya Nabi terang sekali, pun terlebih dari matahari.Maka tidak terlihat bayangan, di cahaya matahari dan bulan.Hati Nabi pun sepanjang umur, tak ngantuk meskipun mata tidur.Dan pula Nabi tak pernah mimpi, dan tak menguap sama sekali.Dan tubuh Nabi tak dihinggapi, nyamuk lalat karena harum suci.Antara dua pundaknya Nabi, cap kenabian terang sekali.Jika berjalan enteng badannya, duduk di majlis tinggi pundaknya.Dan sangat halus sebagai kapas, jalan di pasir tidak berbekas.Tetapi jika jalan di batu, terlihat bekas sudahlah tentu.Sungguhlah sukar bahkan pun lemah, mengenal hakikat Nabi Ar-Rahmah.Dan sungguh Nabi jika dipandang, umpama matahari yang terang.Maka dari jauh sungguh nyata, tampaknya kecil dipandang mata.Dan dari dekat lemahlah mata, tak dapat kenal apa kau kata.Allah jadikan Nabi terlepas, dari apapun yang kurang pantas.Seakan-akan Nabi yang suci, dijadikan sekehendak Nabi.Ilmunya Nabi luas sekali, tiada seorang yang mengatasi.Karena diberi ilmu awwalin, demikian pun ilmu akhirin.Sungguh Nabi itu manusia, tapi tak seperti manusia.Sebagai berlian itu batu, tetapi tidak seperti batu .
Dikutip dari Kitab BUNGA MELATI
Karangan :Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf

0 komentar:

achmadianggi | Template by - Abdul Munir - 2008 - layout4all